AGRO LAWU

Kumpulan Artikel Tentang Budidaya Buah Naga dan Jamur Tiram

Pembudidayaan Buah Naga

Posted by suwardi10 pada Maret 11, 2009

buah
Pembudidayaan sebaiknya dilakukan dengan cara organik, sehingga menghasilkan buah sehat tak tercemar oleh bahan kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan. Bila hanya ingin menanam untuk hiasan dapat ditanam dimana saja, pekarangan rumah, pinggir jalan, sekolahan, kantor, gedung pemerintahan, ladang , pingir sawah. Asal tanah gembur ada curah hujan dan dapat sinar matahari, dapat tumbuh subur. Namun bila ingin menanamnya secara komersial maka harus menuruti syarat khusus agar hasinya dapat menguntungkan.

Selain itu dapat juga dipakai sebagai tanaman penghijauan tanaman ini dapat menahan air secara baik, juga dapat tumbuh di lahan kering, lereng terjal dan cuaca yang buruk dapat menahan suhu dari -2 C sampai 45 C. Diharapkan dengan menanam pohon ini akan berguna untuk menjaga kelestarian alam, menjaga kesehatan masyarakat buahnya dapat dipakai sebagai asupan vitamin C dan B dan zat lain yang baik untuk pertumbuhan terutama bagi anak anak.

Setelah ditunggu putik bunga yang telah menyembul dari pucuk batang pohon diawal bulan Desember, di pertengahan bulan itu pula mulailah bunga buah naga bermekaran. Nama latinnya adalah Hylo cereus undantus, bunga dari jenis tumbuhan yang mempunyai marga “Cereus” akan mempunyai sifat bunganya selalu akan bermekaran di tenggah malam hari, memang dari semua cereus bunganya hanya mekar sekitar jam duabelas malam (night blooming). Sehingga bila kita akan melihat bunga itu mekar mau tidak mau harus sabar menunggu menahan kantuk, sampai dengan pertengahan malam hari. Dimalam hari bunga yang berwarna putih itu kemudian akan mulai bermekaran membuka kelopak bunganya pada jam sebelas malam secara perlahan lahan kelopak bunga mulai mekar . Saat bunga mekar secara penuh, kelopaknya berukuran sebesar piring makan, kemudian secara perlahan lahan menjelang subuh mulailah kemudian kelopak bunganya mulai menutup lagi.

Kalau tidak tahu tentang kebiasaan tersebut maka kita akan susah melihat bunga itu mekar. Bunganya sangat indah menawan berwarna putih kekuningan dengan kelopak bunga yang panjang memberikan kesan yang anggun dimalam hari. Orang Perancis yang menjajah di Kaledonia Baru sangat terpersona menyaksikan atraksi itu, tak akan pernah mereka saksikan di Eropa. Tumbuhan yang bersifat seperti kaktus, mempunyai akar hawa seperti anggrek ini di negara asalnya tumbuh merambat di pohon pohon besar. Akar udaranya mengambil makanan yang ada di kelembaban udara, menjurai kebawah hampir sampai ditanah. Akar itu pula yang dipakai untuk memanjat keatas, dan akarnya juga digunakan untuk menempelkan batangnya di permukaan kulit pohon. Akar untuk menjaga agar pipih batangnya tetap menempel dipohon, tak mudah patah, rontok kerena angin dan hujan.

Di habitat aslinya buah naga selalu hidup dibatang pohon yang berukuran besar sehingga kalau berbunga seluruh pohon itu akan dipenuhi dengan bunga buah naga yang bermekaran. Sehingga orang Perancis selalu membawa bibit buah naga bila ia pindah kekoloni yang lain seperti di Vietnam dan Kamboja di awal abat ke delapan belas. Mungkin tumbuhan ini juga dibawa orang Perancis ke Jawa semasa gubernur seorang Perancis pada masa lalu bernama Daendels. Konon kabarnya Raja Thailand yang senang akan bercocok tanam berkunjung ke Jawa tertarik pada pohon buah naga membawanya untuk ditanam di taman Istana raja samapai sekarang ini. Entah benar atau tidak cerita itu megambarkan bagaimana penyebaran buah naga yang berasal dari Amerika Selatan seperti Mexico, Hunduras, El Eavador, Guatemala, dan Columbia dapat sampai di Asia tenggara. Namun kenyataanya masih banyak orang yang belum mengetahui sejarah tanaman ini mengira asalnya dari dataran China, hal ini merupakan salah kaprah, karena pada masyarakan China di Asia tenggara percaya bahwa buah itu kelahirannya bersamaan lahirnya sang naga, sehingga menganggap buah itu dapat mendatangkan berkah, mereka selalu meletakkan dua buah naga diatas altar sembahyangnya. Hal itu tak dilakukan didataran China

@dhika dikumpulkan dr berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: