AGRO LAWU

Kumpulan Artikel Tentang Budidaya Buah Naga dan Jamur Tiram

Penghulu Putri Bangsawan

Posted by suwardi10 pada Maret 11, 2009

Jarum jam tepat menunjuk angka 22.00 WIB. Bersenjata sebuah kuas kecil-mirip alat untuk memulas perona pipi ke wajah- AE Dhamayanti SE MKes mantap melangkah. Di depan sebuah kembang berwarna putih yang tengah mekar ia berhenti. Lalu jemari lentiknya mulai mengayun ke kiri ke kanan, ke atas ke bawah. Semenit berlalu Ninuk-sapaannya-lantas kembali melangkah mencari bunga lain.

Begitulah Master Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada itu menghabiskan malam begitu memasuki Agustus-September. Ketika itulah dragon fruit di kebun di belakang Monumen Yogya Kembali, Yogyakarta mulai berbunga. Itulah saat bagi Ninuk membantu proses penyerbukan bunga supaya tingkat keberhasilan menjadi buah tinggi.

Masalahnya bunga dragon fruit mekar di malam hari. ‘Paling cepat jam 10 malam,’ tutur sulung 3 bersaudara itu. Menurut Paulus Tribrata Budiharjo, pekebun di Glagah, Yogyakarta, bunga mekar sempurna pukul 24.00. Tingkat keberhasilan penyerbukan saat itu di atas 85%. Pantas tak jarang Ninuk mesti bermalam di kebun.

Sehari layu
Ketika musim bunga tiba 750 kuntum mekar tiap malam. Sosoknya menawan dan menguarkan aroma harum-makanya mendapat julukan putri bangsawan. Proses penyerbukan 1 bunga menghabiskan 1 menit. ‘Itu pun buat yang sudah biasa. Waktu saya baru belajar bisa sampai 5-10 menit,’ imbuh Ninuk. Makanya supaya semua bunga bisa diserbuki Ninuk mesti dibantu 2 orang pegawainya.

Di tengah malam buta saat kebanyakan orang tengah terlelap mereka memburu bunga mekar. Sebuah senter yang melingkar di kepala jadi sumber cahaya. Kuas di tangan dipakai untuk memulas serbuk sari ke kepala putik di bunga yang sama. Jika posisi bunga di atas, perempuan yang menolak tawaran jadi dosen di almamaternya demi mengurus kebun buah naga keluarga itu menenteng lalu naik tangga supaya bunga bisa diserbuki. Hujan deras di malam hari pun tak kuasa menahan Ninuk. ‘Bunga mesti tetap diserbuki, kalau ditunda besok ya sudah layu,’ katanya.

Toh semua pengorbanan itu berbuah manis. Memasuki Oktober dargon fruit mulai dipanen. Volume panen terus meningkat pada November-Desember, musim raya. Dari panen pada akhir 2008 Ninuk menuai 1 ton buah per minggu dari 1.064 pohon di 266 tiang. Dengan harga di kebun Rp25.000 per kg, omzetnya Rp25-juta per minggu. Jerih-payah Ninuk jadi penghulu pun terbayar sudah. (Evy Syariefa/Peliput: Ari Chaidir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: